Decrease to Increase (2)
Sabtu, 24 November 2012
Ditulis oleh
Frita Nadia
Label: Perjalanan Rohani
Decrease to Increase (1)
Ditulis oleh
Frita Nadia
- bisa magang
- belajar bahasa Arab
- Bisa mengendarai motor
- punya SIM
- PKMK Lolos
- Liburan ke luar kota
- IP Semester minimal 3,5
Label: Perjalanan Rohani
Semangat Menghafal Al Qur'an
Ditulis oleh
Frita Nadia
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mau mempelajari Al Qur'an dan mau mengajarkannya"
- Meniatkan diri ikhlas kepada Allah.
- Memiliki kesungguhan yang teramat sangat. Maksudnya adalah benar-benar ingin menghafal. Jangan sampai kita berhenti di tengah perjalanan.
- Menggunakan satu mushaf Al Qur'an. Hal ini untuk memudahkan dalam menghafal dan menghindari kekacauan dalam menghafal. Biasanya mushaf yang dipakai dengan format 16 baris per halaman dan terdapat ayat pojok pada akhir baris setiap halaman.
- Terdapat guru/orang yang dapat membimbing atau mendengar hafalan, baik dari kefasihan lafadz dan kebenaran urutan ayat yang dihafal.
- Mengulang-ulang ayat yang dihafal. Setiap satu kali waktu, diusahakan mengulang ayat yang baru hingga minimal 10 kali. Muraja'ah juga dilakukan setiap hari.
- Menyiapkan waktu khusus untuk menghafal. Waktu khusus ini agar kita dapat istiqomah. Misalnya, setiap selesai solat lima waktu, atau setiap selesai solat magrib, setiap pagi setelah solat subuh.
- Menyiapkan diri fokus dan tenang ketika hendak menghafal. Pikiran yang tenang dan fokus terhadap bacaan ayat yang akan dihafal akan memudahkan kita menambah hafalan baru. Jika pikiran kita masih disibukkan dengan hal lain, maka akan sulit untuk menambah hafalan ayat ataupun muraja'ah ayat yang sudah dihafal.
- Menghindari maksiat dan hal yang dilarang syari'at. Menghindari maksiat diantaranya tidak berkata yang sia-sia, tidak mendengarkan musik, menonton film, dan hal lain yang sia-sia ataupun sifatnya hiburan.
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan baik.
Label: Islam, Perjalanan Rohani
Taqwa dalam Cinta
Senin, 23 Januari 2012
Ditulis oleh
Frita Nadia
Apa yang lebih dahsyat dari kekuatan cinta?
Sesuatu yang dilandasi kekuatan taqwa.
Maka sebaik-baik cinta adalah yang hadir karena adanya kekuatan taqwa.
Karena cintaku padamu hadir karena Allah.
Cinta yang hadir adanya ketaqwaan pada dirimu.
Maka ketika tidak ada ketaqwaan dalam dirimu, aku tidak mencintaimu. Karena aku hanya mencintaimu karena Allah.
Jika cinta sudah hadir karena Allah, biarkanlah taqwa yang memberikan arti cinta menjadi hal yang tidak biasa.
Label: Kamuflase-Kamufalse
Rindu yang Semu
Ditulis oleh
Frita Nadia
Cinta datang pada hati.
Berbuah rindu yang melekat pada hati.
Ketika cinta berbuah rindu, sampaikan padanya yang disebut cinta sejatimu.
Rindu itu melekat, namun jika tak tersampaikan, hatimu akan tersayat.
Karena rupa rindu itu menggebu-gebu dan tak beraturan.
Ketika rindu berbalut cinta semu, kamu melukai dirimu sendiri.
Ketika rindu berbalut cinta semu, rindumu tak tersampaikan pada cintamu
Ketika rindu berbalut cinta semu, yang sekiranya baik bagimu ternyata tak baik menurut Rabbmu.
Ketika rindu berbalut cinta semu, hatimu terbelenggu.
Ketika rindu berbalut cinta semu, angan panjang mulai tercipta dan syaitan menambah nikmat angan-angan panjangmu.
Ya Rabb semesta alam. Hilangkan rindu yang sekiranya datang dari cinta semu.
Datangkan padaku cinta sejati, agar aku dapat sampaikan rasa rindu yang tak menyayat hati.
Label: Kamuflase-Kamufalse
Nikmatnya Iman dalam "Isyhadu Bi Anna Muslimun"
Minggu, 01 Januari 2012
Ditulis oleh
Frita Nadia
Label: Islam
Teruntuk yang Sempat Kurindu
Sabtu, 31 Desember 2011
Ditulis oleh
Frita Nadia
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin menempatkan cinta pada porsi yang tidak melebihi kecintaanku Pada Rabbku Allah subhanallahu wa Ta’la, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam, dan kedua orang tuaku.
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin kita menjaga diri masing-masing. Menjaga batas-batas pertemanan antar sesama muslim.
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin saat ini masing-masing membekali diri ke arah yang lebih baik. Memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu dan terus berusaha menjadi muslim yang kaffah.
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin menjadi muslimah sejati yang mengharapkan keridhoan Allah di setiap langkah hidupku. Maka dari itu, aku terus belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik. Karena terdapat banyak kesalahan yang kuperbuat di masa lalu, termasuk mengenalmu lebih dalam.
Maaf, aku tidak bisa kembali ke kondisi yang dahulu. Kondisi yang tidak akan berbalik ataupun terbalik seperti di masa lalu. Ini sudah tekadku untuk tidak mencintaimu seperti di masa lalu. Masa lalu hanyalah kenangan untuk memperbaiki kehidupanku di masa mendatang. Aku takut cinta ini menjerumuskanku pada azab dari Allah. Jika Allah mengizinkan, kita akan bertemu kembali di masa mendatang pada waktu yang tepat. Namun, jika Allah tidak mengizinkan, maka sesungguhnya Allah telah menyiapkan seseorang yang baik untukmu dan juga seseorang yang baik untukku.
Label: Kamuflase-Kamufalse
