Teruntuk yang Sempat Kurindu

Sabtu, 31 Desember 2011


Allah menganugerahkan rasa cinta. Namun, aku tidak pandai bersyukur menghargai cinta. Aku menzalimi diri sendiri dari hadirnya cinta. Lalu apa makna cinta bagiku? Kudapati cinta pada seorang manusia yang ternyata aku masih belum pantas untuk mencintai. Terima kasih cinta yang sempat kurindu tentang kehadiranmu.
Dulu kita sering bercakap, bercanda, berbagi pikiran, dan berbagi mimpi. Aku yang memberikan motivasi. Aku yang siap mendukung atas apa yang ingin kamu inginkan jika itu memang itu baik untukmu. Aku pun yang termotivasi dalam belajar bagaikan mood booster yang memenuhi hariku. Hari-hariku dipenuhi keceriaan. Semakin hari semakin sering berinteraksi. Aku yang mulai terbiasa dengan kebiasaanmu, dan sebaliknya. Saat di hari istimewaku, kamu yang memberikan ucapan yang cukup membuatku tertegun. Terima kasih atas ucapan yang kamu tulis. Namun, benar saja, ternyata kita harus mengakhiri pertemanan yang diluar batas ini menurut Islam. Maaf, aku tidak bisa membuat kamu menjadi lebih baik. 
Kita memang tidak seharusnya bersama dalam waktu lama jika tidak diikatkan dengan tali pernikahan. Apakah melalui berkhalwat. Bercakap yang tidak berguna, sekalipun lewat dunia maya dan jarak memisahkan. Mengumbar perhatian yang melebihi batas. Rasa yang bergejolak hingga lupa pada hakikat kehidupan di dunia. Ternyata itu dilarang dalam Islam. Itu masih termasuk kesalahan terbesar. Kita tidak bisa bersama sebelum menjadi halal di mata Allah. Aku tidak mau menaruh benih fitnah yang lebih banyak lagi. 
Namun, dari peristiwa ini aku belajar darimu. Terima kasih telah membuatku sadar akan banyak hal yang terlupa di dalam hidupku. Meskipun di awal, aku masih belum mengerti makna cinta yang seharusnya ada pada diri seorang muslim. 
Teruntuk yang sempat kurindu, aku tidak ingin merindukanmu di masa mendatang. Keinginan merindu pun tidak diridhoi oleh Allah hingga memang dijadikan oleh Allah halal oleh sebuah ikatan yang halal karena merindukanmu pun termasuk dalam zina hati. 
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin menempatkan cinta pada porsi yang tidak melebihi kecintaanku Pada Rabbku Allah subhanallahu wa Ta’la, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam, dan kedua orang tuaku. 
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin kita menjaga diri masing-masing. Menjaga batas-batas pertemanan antar sesama muslim. 
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin saat ini masing-masing membekali diri ke arah yang lebih baik. Memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu dan terus berusaha menjadi muslim yang kaffah. 
Teruntuk yang sempat kurindu, aku ingin menjadi muslimah sejati yang mengharapkan keridhoan Allah di setiap langkah hidupku. Maka dari itu, aku terus belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik. Karena terdapat banyak kesalahan yang kuperbuat di masa lalu, termasuk mengenalmu lebih dalam.
Maaf, aku tidak bisa kembali ke kondisi yang dahulu. Kondisi yang tidak akan berbalik ataupun terbalik seperti di masa lalu. Ini sudah tekadku untuk tidak mencintaimu seperti di masa lalu. Masa lalu hanyalah kenangan untuk memperbaiki kehidupanku di masa mendatang. Aku takut cinta ini menjerumuskanku pada azab dari Allah. Jika Allah mengizinkan, kita akan bertemu kembali di masa mendatang pada waktu yang tepat. Namun, jika Allah tidak mengizinkan, maka sesungguhnya Allah telah menyiapkan seseorang yang baik untukmu dan juga seseorang yang baik untukku.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Kategori Catatan

Halaman di Catatan

About

Foto saya
wanna be red butterfly : Love Allah subhanallahu wa Ta'ala, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, family, and friends

Followers

Daftar Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.