Decrease to Increase (1)
Sabtu, 24 November 2012
Ditulis oleh
Frita Nadia
Tahun 2011 merupakan tahun yang berbeda dari tahun yang sebelumnya. Tahun yang memberikan makna cinta yang berbeda dari yang biasanya. Tahun yang memberikan inspirasi. Apa yang telah ku dapati selama setahun terakhir ini ?
Sebelumnya apa yang menjadi misi saya di tahun 2011 adalah menjadi pribadi yang mandiri, yang punya kemauan keras berusaha dengan revolusi aksi secara istiqomah atau diringkas menjadi MIRACLE (mission of independent person with revolution action, continuity and liable effort)
Terdapat target yang saya itu :
- bisa magang
- belajar bahasa Arab
- Bisa mengendarai motor
- punya SIM
- PKMK Lolos
- Liburan ke luar kota
- IP Semester minimal 3,5
Alhamdulillah dari beberapa target di atas yang tercapai itu bisa magang, belajar bahasa Arab, mengendarai motor, dan bisa liburan keluar kota. Target-target di atas sebagian besar berdifat keduniawian.
Bingung dengan cerita di atas? Maksud saya adalah cerita di atas masih seputar hal-hal yang terkait dunia saja. Revolution yang saya maksud malah tidak mengena di hati saya. Lalu apa kaitannya dengan judul postingan ini “Decrease to Increase”. Baiklah kembali tentang What the revolution Action Is? sebelum nanti pada akhirnya mengerti makna “Decrease to Increase” tersebut.
Apa yang saya dapatkan di tahun 2011 adalah bersyukur bahwa saya melakukan apa yang disebut revolution action. Walaupun masih belajar. Pada awalnya, saya hanya mendengarkan kajian yang hanya masuk dari telinga kanan kemudian keluar dari telinga kiri a.k.a cuman lewat doang. Namun, di pertengahan tahun dimana ketika itu saya berulang tahun, saya merasa sangat senang mendapatkan seorang teman yang seiya sekata walaupun kemudian kandas karena pertemanan yang di luar batas kewajaran secara islam. Saya juga mendapat kabar mengenai salah satu keluarga yang mengidap penyakit yang sangat serius. Dan beberapa yang tak perlu saya sebutkan rinciannya. Kompleks memang, ya tapi itu harus saya lewati dengan lapang dada, meskipun awalnya menyalahkan faktor eksternal. Mau bicara dengan siapa? Orang lain tidak mengerti apa-apa. 1 orang teman yang saya kira seiya sekata pun ingin menjaga jarak. 3 orang lainnya tetap mendukung saya untuk move on. Keadaan terpuruk ini, saya memutuskan untuk ikut kajian yang diadakan di masjid dekat rumah. Kebetulan ibu sebagai pengurus ta’lim di masjid tersebut. Kajian yang disampaikan langsung mengena di hati karena sesuai dengan apa yang saya rasakan saat itu. Saya perlu dorongan, motivasi, dan semangat yang luar biasa. Disini, saya belajar bahwa Allah masih sayang padaku. Saya masih diberi kesempatan untuk bertobat.
Secara perlahan saya merubah diri untuk menjadi seorang muslimah yang ibadahnya diridhoi oleh Allah. Impian saya berubah menjadi seorang wanita sholehah yang menempati surgaNya. Jangan dikira untuk menjadi berubah adalah perkara yang mudah. Perubahan saya awali dengan membenahikan diri mengenakan pakaian yang lebih tertutup, lebih panjang mengulurkan pakaian dari sebelumnya. Hijab yang saya kenakan lebih panjang. Hijab yang syar’i saya coba kenakan mulai dari tempat ta’lim, pasar, kampus, dan juga tempat magang.
Secara perlahan saya menghindari mendengarkan musik dan nyanyian. Saya mulai dengan menghapus lagu-lagu yang saya koleksi, baik itu di hp, laptop. Saya mengganti dengan nasyid yang berupa seruan (bukan nasyid islami seperti kebanyakan).
Secara perlahan saya mengurangi intensitas menonton TV yang berisi program serial drama, infotainment, dan parodi. Korean drama pun lewat. Saya mulai dengan menonton berita di TV saja.
Secara perlahan, saya harus menguasai emosi yang ada dalam diri. Saya termasuk orang yang cukup keras kepala. Lisan saya pun harus dikontrol supaya tidak ada pihak yang tersakiti. Itulah bagian tersulit. Karena ucapan saya sering tajam dan langsung tertuju pada objek yang dibicarakan. Saya tidak suka bertele-tele.
Maka dari itu, proses belajar ini harus terus dilakukan agar kerasnya hati dan kepala mampu membuat saya terus introspeksi diri. Jangan menganggap apa yang saya ceritakan menjadi sebuah parameter yang dikatakan sudah baik. Karena saya merasa masih jauh dari kebenaran. Saya masih perlu banyak belajar dari lingkungan. Tulisan ini juga sebagai peringatan bagi saya untuk tidak kembali ke masa lalu yang kelam dan jahiliyah. Itulah mengapa saat ini saya sedang belajar untuk mengurangi sesuatu yang tidak diridhoi oleh Allah dengan meningkatkan ibadah dan hal-hal yang diridhoi oleh Allah. Decrease to Increase. Revolusi baru saja dimulai dan semoga terus memperbaiki diri.
(bersambung……….)
Label: Perjalanan Rohani
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar