Semangat Menghafal Al Qur'an
Sabtu, 24 November 2012
Ditulis oleh
Frita Nadia
Shalawat
dan salam semoga tercurahkan pada Rasulullah sallahu 'alaihi wasallam yang
telah menyampaikan kalamullah melalui hadirnya Al Qur'an. Sebagai seorang
muslim, patutlah kita mendekatkan diri kepada Allah subhanallahu wa Ta'ala.
Salah satu cara pendekatan dalam mencintai Allah adalah menghafal ayat-ayat Al
Qur'an. Seorang muslim harus dekat dengan Al Qur'an sebagai bentuk kecintaanya
pada Allah subnallahu wa ta'ala. Kedekatan dengan Al Qur'an tercermin ketika
‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wa sallam ber-sabda kepadaku,
اِقْرَإِ الْقُرْآنَ فِيْ كُلِّ شَهْرٍ، قَالَ: قُلْتُ:
إِنِـّيْ أَجِدُ قُوَّةً. قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِيْ عِشْرِيْنَ لَيْلَةً، قَالَ:
قُلْتُ: إِنِـّيْ أَجِدُ قُوَّةً، قَالَ: فَاقْرَأْهُ فِيْ سَبْعٍ وَلَا تَزِدْ
عَلَى ذَلِكَ.
“Bacalah Al-Qur-an (sampai khatam) setiap
bulan.” ‘Abdullah berkata, aku berkata, “Sungguh, aku mampu mengerjakan lebih
dari itu.” Rasulullah bersabda, “Maka bacalah (sampai khatam) selama dua puluh
hari.” ‘Abdullah berkata, aku berkata, “Sungguh, aku mampu melakukan lebih dari
itu.” Rasulullah bersabda, “Jika demikian, bacalah (sampai khatam) selama tujuh
hari dan jangan lebih dari itu.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari
(no. 5054) dan Muslim (no. 1159 (184), lafazh ini milik Muslim.]
Dari hadist di atas menjelaskan bahwa sedekat mungkin kita harus terbiasa berinteraksi dengan Al Qur'an. Pernah dijelaskan oleh Ustadzah yang membimbing saya dalam kajian Al Qur'an, beliau mengatakan "Sebelum menghafal, cintai dulu Alqur'annya". Semakin banyak bacaan yang kita baca, semakin kita cinta pada Al Qur'an dan penciptanya, maka semakin mudah pula untuk menghafal ayat-ayat pada Alqur'an. Dari ustadzah menargetkan bacaan perharinya lebih dari satu juz. Sebenarnya hal ini untuk memudahkan kita dalam melafadzkan bacaan ayat yang akan kita hafal. Selain itu, btak lupa, bacaan Al Qur'an diperbaiki, baik segi makhraj maupun tajwidnya
Selagi
muda dan belum banyak hal yang dipikirkan, alangkah baiknya seorang muslim
menghafal ayat Al Qur'an. Terlebih lagi bagi penuntut ilmu syar'i, sudah
menjadi kelaziman untuk menghafal ayat-ayat Al Qur'an. Pokoknya ilmu syar'i
berada di Al Qur'an. Ulama terdahulu banyak menghafal ayat Al Quran dan juga
hadist. Semakin banyak ayat Al Qur'an yang dibaca, kemudian dihafal, maka akan
semakin mudah untuk dipahami. Karena sebaik-baik manusia diantaranya yang sering berinteraksi dengan Qur'an seperti hadist Nabi berikut, Al Imam al bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari jalan Utsman bin Affan, Rasulullah bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mau mempelajari Al Qur'an dan mau mengajarkannya"
Walaupun
disini kita masih jauh dari ilmu syar'i (masih belajar), bukan berarti menjadi
hambatan untuk menghafal Al Qur'an. Sebagian teman-teman berpikir bahwa
menghafal itu sulit. Sebenarnya mudah, asalkan kita sudah melakukan persiapan. Untuk dapat menghafal, niat, kemauan dan
keistiqomahan yang menjadi bekal atau persiapan. Bukan dari banyaknya ayat yang
dihafal. Maka dari itu, persiapan untuk menghafal diperlukan sebelum kita
berupaya dalam menghafal Al Qur'an.
Persiapan
yang dapat dilakukan dalam menghafal Al Qur'an (beberapa dari sumber kajian dan
muroji dari buku saku "Cara Mudah Menghafal Al Qur'an" karya M.
Taqiyul Islam Qori) antara lain :
- Meniatkan diri ikhlas kepada Allah.
- Memiliki kesungguhan yang teramat sangat. Maksudnya adalah benar-benar ingin menghafal. Jangan sampai kita berhenti di tengah perjalanan.
- Menggunakan satu mushaf Al Qur'an. Hal ini untuk memudahkan dalam menghafal dan menghindari kekacauan dalam menghafal. Biasanya mushaf yang dipakai dengan format 16 baris per halaman dan terdapat ayat pojok pada akhir baris setiap halaman.
- Terdapat guru/orang yang dapat membimbing atau mendengar hafalan, baik dari kefasihan lafadz dan kebenaran urutan ayat yang dihafal.
- Mengulang-ulang ayat yang dihafal. Setiap satu kali waktu, diusahakan mengulang ayat yang baru hingga minimal 10 kali. Muraja'ah juga dilakukan setiap hari.
- Menyiapkan waktu khusus untuk menghafal. Waktu khusus ini agar kita dapat istiqomah. Misalnya, setiap selesai solat lima waktu, atau setiap selesai solat magrib, setiap pagi setelah solat subuh.
- Menyiapkan diri fokus dan tenang ketika hendak menghafal. Pikiran yang tenang dan fokus terhadap bacaan ayat yang akan dihafal akan memudahkan kita menambah hafalan baru. Jika pikiran kita masih disibukkan dengan hal lain, maka akan sulit untuk menambah hafalan ayat ataupun muraja'ah ayat yang sudah dihafal.
- Menghindari maksiat dan hal yang dilarang syari'at. Menghindari maksiat diantaranya tidak berkata yang sia-sia, tidak mendengarkan musik, menonton film, dan hal lain yang sia-sia ataupun sifatnya hiburan.
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan baik.
Sebagai catatan : jumlah ayat baru tergantung dari kemampuan penghafal. Jika memang satu hari hanya bertambah hafalan satu ayat juga tidak apa-apa. Yang terpenting adalah konsisten untuk mau mengulang hafalan. Jika persiapan di atas dilakukan, kita bisa terbiasa untuk menambah hafalan setengah halaman bahkan satu halaman perharinya. Pengalaman penulis sendiri saat fokus itu bisa sampai setengah halaman. Alhamdulillah. Saat itu memang terkondisikan lingkungan yang tenang sehingga dapat fokus.
Semoga
kita selalu dipermudah dalam menggapai cintaNya. Dipermudah dalam menghafal
ayat-ayatNya sebagai sarana mendekatkan diri padaNya. Allohumma faqqihna fiddin. Aaamiiin.
Label: Islam, Perjalanan Rohani
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar